Berita Desa

Berita Desa (4)

Selasa, 18 Agustus 2020 02:14

PENYALURAN BLT DAN DESA BULAN JULI

Ditulis oleh

Pemerintah memperpanjang penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), dari tiga bulan pertama (April, Mai dan Juni) menjadi tiga bulan kedua (Juli, Agustus dan September 2020) mendatang.  

Perpanjangan penyaluran  khusus BLT DD dari tiga bulan (tiga tahap) menjadi enam bulan (enam tahap) tersebut sesuai aturan baru dari Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI.

Nilai nominal BLT DD yang diperpanjang tiga bulan kedua berbeda dengan nominal tiga bulan tertama. Jika nilai nominal tiga bulan pertama disalurkan Rp 600.000 per KPM (Keluarga Penerima Manfaat) per bulan. Sedangkan tiga bulan kedua masing-masing KPM menerima Rp 300.000 per bulan.  

Kepala Desa Pangi, Sitti Hapsah S.Hut Kamis  membenarkan kalau pemerintah akan memperpanjang penyaluran BLT DD dari tiga bulan menjadi enam bulan atau enam tahapan penyaluran. 

“Perpanjangan itu berdasarkan aturan baru, yaitu Permendes Nomor 7 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Permendes PDTT Nomor 11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020,” kata Mussawir, sebelumnya menjabat Kepala Badan Keuangan (BK) Abdya tersebut.

Aturan dari Permendes tersebut tentang perpanjangan penyaluran bansos jenis BLT DD itu sudah dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) Abdya, Nomor 19 tahun 2020 sebagai payung hukumnya.

Perpanjangan penyaluran BLT DD tiga bulan kedua dilaksanakan setelah tuntas penyaluran tiga bulan pertama (April-Juni 2020) atau setelah penyaluran tuntas untuk bulan Juni (tahap III untuk tiga bulan pertama).

Masih berdasarkan aturan baru dari Permendes, kata Mussawir, nilai nominalnya tidak sama, karena tiga bulan kedua (Juli-September 2020) masing-masing KPM menerima Rp 300.000 per bulan. Sedangkan tiga bulan pertama, setiap KPM mendapat Rp 600.000 per bulan.   

Aturan baru tersebut juga mengatur terkait penerima manfaat yang bisa dilakukan perubahan. Namun harus tetap melalui Musyawarah Desa khusus (Musdessus).




Dalam upaya menjalin kemitraan serta kerjasama antara Kepolisiaan dan Pemerintah Desa Pangi Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli mengungkapkan rasa suka cita dengan cara mengucapkan selamat HUT Bhayangkara ke-74

“Kami mengucapkan terimakasih serta memberikan apresiasi terhadap kinerja Kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban sehingga terwujudnya situasi yang aman dan kondusif. Dengan kehadiran Polri ditengah-tengah masyarakat khususnya Bhabinkamtibmas dapat memberikan rasa aman dan nyaman terhadap warga yang menjalankan aktivitas setiap hari”.

Minggu, 05 Juli 2020 06:09

Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2020

Ditulis oleh

Sebanyak 89 kepala keluarga (KK) di Desa Pangi, Kecamatan Baolan, telah didata untuk menerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2020.

BSPS sendiri adalah bantuan Pemerintah berupa stimulan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk meningkatkan keswadayaan dalam pembangunan/peningkatan kwalitas rumah.

Dari 89 Rumah tersebut hanya 50 Rumah yang akan menjadi Penerima BSPS dikarenakan kuota untuk Desa Pangi hanya 50 KK/Rumah tidak layak huni. Oleh karena itu seluruh data yang diajukan ke Pemerintah Kabupaten akan diverifikasi kelayakan untuk menjadi penerima sehingga tidak muncul kecurigaan dan kecemburuan sosial, jikalau Desa Pangi tidak mampu mencapai kuota yang ada akan diberikan ke Desa lain.

"adapun bantuan berupa dana stimulan yang besarnya Rp 17,5 juta/Rumah. Perinciannya Rp 15 juta untuk pengadaan bahan dan Rp 2,5 juta untuk biaya tukang”

Selain dari kelayakan rumah untuk dibedah atau dibangun baru, ada 8 Kriteria yang harus dilengkapi dan dipatuhi sebagai penerima BSPS dalam brosur sebagai berikut : 

Penjelasan dari 8 poin diatas :

  1. Berkeluarga, memiliki KTP dan KK dengan nama yang sama
  2. Tanah bersertifikat minimal SKPT atau Sporadik yang ditandatangani oleh Camat, tidak dalam sengketa dan Lokasi tanah tidak dalam posisi rawan bencana.
  3. Tidak memiliki rumah lain selain rumah tidak layak huni.
  4. Sudah jelas
  5. UMP sebesar Rp. 1.900.000 dan untuk mengetahui penghasilan petani cengkeh, jumlah penghasilan bersih dalam satu tahun panen dibagikan 12 bulan.
  6. diutamakan masyarakat yang berencana membangun atau merenovasi rumah dengan dana yang sudah siap di rekening. Minimal 5 juta Rupiah.
  7. bersedia membentuk kelompok maksimal 10 orang yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan anggota.
  8. bersedia membuat pernyataan bahwa pembangunan rumahnya harus diselesaikan sebelum bulan Desember atau akhir bulan November, jika tidak selesai maka dananya harus dikembalikan.

“diharapkan kepada calon penerima BSPS masyarakat Desa Pangi agar sekiranya melengkapi segala persyaratan  yang ada secepat mungkin”.

Sabtu, 19 Oktober 2019 03:46

PELANTIKAN AYAH BUNDA GENRE

Ditulis oleh

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tolitoli Lely Husna Bantilan, S.Sos.,M.Si melantik pengurus dan anggota Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja Jalur Kemasyarakatan di Sekretariat Kampung KB Desa Pangi Kecamatan Baolan, Jumat siang (18/10). Kegiatan yang dirangkaikan dengan pengukuhan Ayah dan Bunda Generasi Berencana (Genre) ini dihadiri Kepala Bidang Pengendalian Penduduk yang mewakili Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah Laode Dia, S.Pd.,MAPS, Bupati Tolitoli diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik dr. Hj. Herlina Nurdin, MM, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli Jemy Yusuf,  Camat Baolan Abdullah Burhanuddin, S.Sos, Pejabat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli, para pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah pengelola Kampung KB, anggota Unsur Muspika Baolan, Kepala Desa dan aparat Desa Pangi, Kepala Desa Dadakitan, tamu undangan lain serta masyarakat umum. 

 

Ketua panitia Drs. Muhammad Saleh H. Giling, M.Pd melaporkan, PIK Remaja merupakan suatu wadah kegiatan penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja yang dikelola oleh remaja dan untuk para remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja. Menurutnya, berdasarkan pemutakhiran data di Kampung KB tahun 2019, di Desa Pangi tercatat akseptor KB aktif berjumlah 94 peserta, dengan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) 149 dari 898 jiwa. Sesuai dengan hasil kesepakatan setelah dibentuknya PIK Remaja ada sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan di Kampung KB Desa Pangi diantaranya pembangunan posyandu remaja dan penyuluhan stunting.  

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan dr. Hj. Herlina, MM disampaikan bahwa , generasi muda saat ini sangat erat dengan penggunaan teknologi, mulai dari mencari informasi, bermain maupun berinteraksi di media sosial. Hanya saja kemajuan teknologi ini tidak hanya memberikan dampak positif, tetapi juga bisa menimbulkan dampak negatif. Olehnya itu, pembentukan pusat informasi dan konseling ini merupakan salah satu upaya positif dalam memberikan informasi dan mengedukasi para remaja agar dapat menjadi remaja yang berprestasi dan berkualitas dengan memanfaatkan media online. 

Menurut Bupati, remaja adalah calon generasi penerus bangsa. Namun masih rentan dengan berbagai permasalahan seperti, putus sekolah, masalah seksualitas yang menyebabkan masih adanya kasus hamil diluar nikah, penyalahgunaan narkotika, psykotropika dan zat adiktif lainnya. Belajar dari permasalahan tersebut, sudah sepatutnya ayah dan bunda dari Generasi Berencana atau Genre dapat memfasilitasi anak-anaknya yang sudah beranjak remaja untuk belajar memahami dan mempraktikan perilaku hidup sehat dan berakhlak untuk mencapai ketahanan remaja. Hal ini penting untuk menjadi perhatian kita semua karena remaja merupakan individu calon penduduk usia produktif yang harus disiapkan agar jadi sumber daya manusia yang berkualitas. 

Atas nama Pemerintah Daerah, Bupati berharap agar pembentukan Pusat Informasi dan Konseling di Kecamatan Baolan ini  bukan hanya sekedar pembentukan semata, akan tetapi memerlukan dukungan semua pemangku kepentingan agar program ini dapat berjalan lancar dan sukses. Kemudian, yang tidak kalah pentingnya melakukan aksi nyata dengan memberdayakan seluruh orang tua yang memiliki anak remaja untuk tidak bosan memberikan edukasi kepada anak-anaknya akan pentingnya merencanakan kehidupan yang lebih baik dan berkualitas di masa-masa mendatang.

Pengurus PIK Remaja yang dilantik terdiri dari siswa-siswi sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kecamatan Baolan. Dalam kegiatan ini juga, Kepala Desa Pangi dan Ketua Tim Penggerak-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Pangi dikukuhkan oleh perwakilan Kepala BBKKBN Provinsi Sulawesi Tengah sebagai ayah dan bunda Generasi Berencana (Genre) tahun 2019.

Berita Terkini

Pengumuman

Logo kaki

Jl. Trans Sulawesi

Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli

Sulawesi Tengah 94516